Sunday, 24 February 2013

Refleksi Peran Penelitiaan dalam Pengembangan Pendidikan Matematika


http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/peran-penelitian-dalam-pengembangan.html#comment-form 

Berdasarkan artikel yang berjudul “Peran Penelitiaan dalam Pengembangan Pendidikan Matematika"  diatas, saya dapat menyimpulkan bahwa peran penelitian sangat penting dalam memperluas wawasan terhadap pembelajaran matematika, untuk dapat mengembangkan kemampuan berfikir siswa secara sistematis, kritis, obyektif, jujur, dan disiplin. Penelitian merupakan suatu tindakan untuk bekal dalam pengembangan pendidikan matematika, supaya peserta didik lebih memahami dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian dapat berfungsi sebagai peningkatan dalam kreatifitas dan efektifitas dalam pembelajaran matematika. Melalui metode ilmiah,dalam melakukan  penelitian terhadap pengembangan pendidikan matematika juga dapat sebagai alternative guru untuk menganalisis dan merefleksi setiap tahapan tindakan pembelajaran untuk merencanakan tindakan pembelajaran berikutnya bila tindakan yang sudah dilakukan dinilai memiliki kekurangan. Dengan demikian, guru dapat melakukan pembahasan dengan ilmiah sehingga memperoleh teori tentang kebenaran. Hal itu sangat penting bagi guru ataupun calon guru dalam melakukan pengembangan pembelajaran matematika, demi terwujudnya pembelajaran yang inovatif.

Saturday, 23 February 2013

Refleksi Perencanaan Pembelajaran Matematika

http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/perencanaan-pembelajaran-matematika.html?showComment=1361764621702#c6082391016594788892

Perencanaan pembelajaran merupakan suatu program yang sangat penting untuk disiapkan, supaya pembelajarannya dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tentunya, dalam perencanaan pembelajaran matematika  terdapat proses pengembangan pembelajaran secara sistematik sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dalam proses perencanaan pembelajaran matematika harus memperhatikan strategi tentang pengajaran dan implementasinya. Selain itu, dalam perencanaan pembelajaran harus dapat mengkreasikan fasilitas atau media yang ada dalam mendukung dalam aktivitas pembelajaran peserta didik.  Pengembangan pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui kreatifitas guru. Dalam hal ini, guru dituntut untuk dapat mengembangkan lembar kerja siswa dan merancang perencanaan pembelajaran sesuai dengan realitas peserta didik. Kondisi peserta didik dalam beraneka ragam perbedaan dan keunikannya, guru tidak boleh terpaku pada satu metode saja dalam pembelajarannya. Terlepas dari hal itu, perencanaan tersebut juga senantiasa memperhatikan ide pengajarannya, supaya dapat mengembangkan pengetahuan peserta didik dari waktu ke waktu. Namun, perencanaan pembelajaran juga harus disesuaikan dengan konsep pendidikan, system pendidikan, ataupun kurikulum yang dianut, sehingga pelaksanaan pembelajaran dapat berlangsung efektif dan inovatif. Semoga  perencanaan pembelajaran matematika yang memadai dapat megubah menjadi pembelajaran yang inovatif.

Refleksi Lesson Study dan Siswa Berkebutuhan Khusus Belajar Matematika (Telah dimuat di Bernas, 26 Agustus 2008)



http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/lesson-study-dan-siswa-berkebutuhan.html

Selama proses pendidikan berlangsung, tentunya ada masalah-masalah tentang pendidikan, terkait dengan kurang efektifnya pembelajaran. Misalnya, guru mengalami kesulitan dalam mengembangkan pelajaran matematika pada siswa berkebutuhan khusus. Hal itu memunculkan suatu pikiran untuk mengupayakan  pendidikan yang lebih berkualitas.  Untuk itu, dengan adanya LESSON STUDY ini sebagai strategi alternative untuk mengatasi kurang efektifnya pembelajaran terhadap siswa berkebutuhan khusus. Lesson study merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif, sehingga pembinaan tersebut dapat membantu untuk membangun komunitas belajar dengan kebersamaan di antara pendidik. Lesson study terdapat tahapan-tahapan, yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan (do),  refleksi (check),  dan tindak lanjut (act). Dalam  lesson study memfokuskan pada pemecahan permasalahan pembelajaran yang dialami siswa atau penerapan ide pembelajaran yang mengacu pada berbagai aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan nilai karakter. Sehingga melalui lesson study ini, akan menambah pemahaman tentang bagaimana siswa belajar terhadap kondisi psikologis anak didik terhadap siswa berkebutuhan khusus. Selain itu juga dapat meningkatkan kolaborasi terhadap sesama guru, sehingga proses pembelajaran  menjadi lebih baik dengan metode bervariasi sesuai dengan materi dan tingkat perkembangan intelektual siswa

Friday, 22 February 2013

refleksi peran intuitif

http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/peran-intuisi-dalam-pembelajaran.html

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa intuisi itu sangat penting dalam pembelajaran matematika. Peran intuisi sangat mempengaruhi dalam pemahamandan membangun siswa terhadap pembelajaran matematika, karena intuisi pikiran juga akan memegang argumen dan dapat menggabungkan kesimpulan atau keputusan terkait dengan matematika. Intuisi juga bisa dikatakan sebagai emosi positif yang akan menuntun diri kita untuk menghasilkan suatu solusi tertentu.

Refleksi Problematika Pembelajaran Matematika di SD



http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/problematika-pembelajaran-matematika-di.html

Setelah membaca artikel tentang problematika dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar, sebagai calon pendidik di SD merasa mempunyai tanggung jawab yang besar. Sebagai seorang pendidik profesional tentunya akan berusaha untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran terhdapat peserta didik secara aktif. Untuk dapat mengatasi problematika tersebut, perlu adanya pemahaman terlebih dahulu oleh para pendidik , seperti pemahaman tentang metode pembelajaran, penerapan matematika sekolah ataukah matematika umum, hakikat matematika, dan lain-lain. Dengan pemahaman tersebut, pendidik tidak akan menerapkan matematika umum dalam pembelajaran di SD, karena matematika sekolah itulah yang sesuai diterapkan di SD.  Seorang pendidik di Sekolah Dasar harus lebih menguasai tentang bagaimana karakteristik siswanya yang bervariasi. Tidak dapat dipungkiri, bahwa pendidik juga harus kreatif untuk menciptakan pembelajaran matematika yang menyenangkan, sehingga akan menghilangkan persepsi bahwa matematika itu sulit. Di era globalisasi ini tentunya banyak media-media yang akan mendukung terhadap proses pembelajaran matematika di SD, sehingga pendidik juga diharapkan menggunakan media yang bervariasi. Disisi lain, untuk menuju pembelajaran yang inovatif perlu disisipkan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran. Dalam teori taksonomi Bloom,ada beberapa unsur dalam pembelajaran yaitu ingatan, pemahaman, aplikasi, serta analisis yang relevan diaplikasikan dalam pembelajaran matematika. Semoga bagi para guru dan calon guru dapat menjadi pendidik dalam pembelajaran yang inovatif dan kreatif. 

Refleksi Problem Utama Inovasi Pembelajaran (Matematka) pada PLPG dan Sertifikasi Guru


http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/problem-utama-inovasi-pembelajaran.html#comment-form


Berdasarkan artikel yang telah diuraikan diatas, saya berpendapat bahwa pelaksanaan PLPG itu ternyata menjadi sangat penting bagi para pendidik. Terbukti dengan masih adanya pembelajaran yang berpusat pada guru yang seharusnya pembelajaran tersebut berpusat pada siswa. Hal itu menjadi masalah yang cukup sulit untuk melakukan perubahan menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa, karena pembelajaran yang berpusat dari guru tersebut telah membudaya dari tahun ke tahun Pada umumnya, pembelajaran yang berpusat pada guru, siswa menerima pengetahuan hanya terbatas pada pengetahuan yang dimiliki oleh gurunya tersebut. Selain itu juga siswa hanya terpaku dengan system yang diperintahkan oleh guru. Tentunya pembelajaran yang seperti itu tidak mengembangkan siswauntuk berpikir kreatif. Oleh karena itu, pembelajaran yang berpusat pada guru harus diubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan pembelajaran yang bepusat pada siswa akan mengembangkan dan mengeksplor potensi diri siswa lebih luas.  Hal itu menjadikan pandangan yang harus diperhatikan bagi calon guru untuk melakukan perubahan paradigm menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Saturday, 16 February 2013

Refleksi Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika


Ada sebagian guru yang masih mengajar menggunakan metode tradisional. Metode seperti itu kurang efektif dalam proses pembelajaran. Hal itu terjadi karena guru terlalu banyak berceramah, tanpa melibatkan peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran. Seringkali, guru memposisikan peserta didik sebagai suatu benda atau obyek. Dengan demikian, guru seakan menuntut peserta didik menjadi seperti keinginannya. Guru merasa dirinya berkuasa atas ilmu yang dimilikinya, yang seakan-akan menggurui peserta didiknya sesuai dengan keinginannya.  Hal tersebut menjadikan kesan sombong dan sedikit bersifat arogan terhadap guru. Pada dasarnya, apabila guru yang seakan mampu melakukan perubahan terhadap peserta didiknya, maka proses pembelajaran dalam kelas juga hanya akan ada proses pengaturan saja yang dilakukan oleh guru. Tindakan guru dalam pembelajaran yang hanya memberi, menyampaikan, mengemas materi serta hanya  ada proses pengaturan itulah yang disebut dengan pembelajaran tradisional.
Andaikan diibaratkan, ilmu seorang guru itu hanya salah satu dari milyaran ilmu yang ada. Fungsi seorang guru bagi peserta didik tidak hanya sekedar menyampaikan ataupun memberikan pengetahuan, melainkan sebagai fasilisator. Jadi, peran guru yang paling utama adalah sebagai fasilitator dan sarana bagi peserta didik untuk belajar, baik dalam belajar mandiri maupun kelompok. Terkait dengan model paling efektif ataupun metode pembelajaran yang paling bagus, belum tentu menjamin peserta didik akan memahami materi. Tentunya, guru tidak hanya terpaku dengan menggunakan satu metode, tetapi harus menggunakan metode yang bervariasi supaya pembelajaran tidak membosankan dan menarik perhatian peserta didik.
            Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan pembelajaran yang lebih baik menuju pembelajaran yang inovatif. Tentunya hal tersebut tidak mudah, karena pada dasarnya pembelajaran yang tradisional sudah melekat pada persepsi guru, bahkan sudah membudaya. Untuk mencapai pembelajaran inovatif harus melalui perubahan yang mendasar, mengenai pemahaman maupun pengetahuan. Factor pendukung lainnya meliputi “will” berupa niat, semangat dan senang ,” knowledge”, dan “attitude”.
            Matematika itu adalah dirimu, rasa senang itu tidak boleh dipaksakan, kecuali dengan keikhlasan dirinya sendiri. Guru mendampingi peserta didik sebagai upaya membantu mencapai perwujudan dirinya atau self realization sesuai dengan kemampuan dasar dan keunikannya.