Setelah
membaca artikel yang berjudul ”
The Scene of Primary Mathematics Teaching ” ini, dapat memberikan gambaran tentang bagaimana meningkatkan
kompetensi memecahkan masalah matematika melalui pembelajaran kooperatif model
pembelajaran tipe Siswa Berpikir Achievement Division (STAD) .Penelitian
kualitatif matematika proses belajar terbatas untuk difokuskan pada
penyelesaian menemukan perimeter dan luas poligon
di SD. Selain itu juga menerapkan kooperatif mengajar tipe model pembelajaran
Siswa Berpikir Prestasi Divisi (STAD) untuk meningkatkan kompetensi memecahkan
masalah matematika. cara untuk
meningkatkan kompetensi memecahkan masalah matematika melalui pembelajaran kooperatif
model pembelajaran tipe STAD
memiliku lima komponen yaitu presentasi
kelas, kuis, skor perbaikan individu, dan pengakuan tim. Sedangkan
menurut
Polya di Herman Suherman, memecahkan terdiri dari 4 (empat) langkah masalah
matematika: untuk memahami masalah matematika, merencanakan solusi, untuk
memecahkan masalah sesuai perencanaan, dan untuk memeriksa hasil.
Sunday, 19 May 2013
Refleksi Pengembangan Sekolah Menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)
SBI adalah jenjang sekolah yang bertaraf
internasional. Pengembangan sekolah menuju sekolah bertaraf internasional ini
sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam ranah
internasional. Sekolah RSBI memang tidaklah mudah untuk menuju Sekolah bertaraf
internasional. Pada faktanya sekolah RSBI masih menggunakan metode pembelajaran
yang tradisional. Untuk menuju SBI,
tentunya hal itu harus didukung dengan komponen-komponen yang bertaraf
internasional juga. Komponen-komponen tersebut harus saling berkaitan dan
berinteraksi. meliputi metode pembelajaran yang bertaraf internasional, guru
yang mempunyai kualitas internasional dan lain-lain. Menuju sekolah yang
bertaraf internasional tentunya ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi. Seperti
pembelajaran yang berorientasi kepada
siswa, hands-on activity, membangun
pengetahuannya dengan cara berdiskusi, mempresentasikannya dan mengambil
kesimpulan secara mandiri, guru menggunakan metode dan media yang beraneka
ragam, fleksibel dan dinamis, pengelolaan kelas yang melayani kebutuhan belajar
beraneka kemampuan siswa, belajar
melalui kerjasama dan diskusi, belajar sesuai dengan konteksnya, dll.
Pada kenyataannya.
kebanyakan sekolah RSBI belum memenuhi ketentuan itu. Untuk menuju sekolah
bertaraf internasional guru juga harus mempunyai kualitas internasional,
seperti pengembangan dalam LKS, metode pembelajaran yang dilakukan, pengelolaan
kelas yang dinamis, dan guru yang bersifat
akuntabel dan sustainabel.
Refleksi Forum Tanya Jawab 64 : Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari
Dunia
pagi dan sore mempunyai karakteristik yang berbeda. Keduanya bisa diasumsikan
bahwa di pagi hari itu adanya kicauan burung, sedangkan sore itu adanya suara
jengkrik. Hal itu juga yang seharusnya terjadi di dunia pendidikan. Namun
faktanya pendidikan tradisional kita diibaratkan sebagai dunia sore. Guru
penghuni sore hari menganut dunia pendidikan tradisional di sore hari,yakni
tidak mampu mengimplementasikan pengajaran yang baik, penyelesaian kurikulum,
mengaktifkan siswa, pemberian motivasi & apresiasi dan lain-lain.
Ketidakmampuan melakukan hal tersebut, menyebabkan pendidikan bersifat
tertutup.
Pendidikan
yang baik adalah pendidikan yang para pengajarnya menjadi penhuni dunia pendidikan inovatif. Hal itu berakar dan
membudaya tentang bagaimana peran seorang guru dalam melayani kebutuhan siswab
belajar, mengembangkan kurikulum, mengembangkan assessment, mengembangkan Portfolio
siswa, mengembangkan Variasi Media, Variasi Metoda, Variasi interaksi
serta mengembangkan metode diskusi.
Sehingga dapat digambarkan bahwa dunia pagi berkaitan dengan paradigm
pendidikan yang inovatif.
Untuk
merubah paradigm menjadi pendidikan yang inovatif memang tidak mudah. Ada beberapa
hal yang utama yang harus ada dalam diri, yaitu Niat, Semangat, Sikap,
Pengetahuan, Ketrempilan dan Pengalaman agar terjadi perjalanan dari Dunia Sore
Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Inovatif akan
terjadi jika kita memulainya bahwa inovasi itu dari diri sendiri.
refleksi Sekolah Berbasis Internassional
Sekolah SBI adalah sekolah yang berjenjang dalam
taraf internasional. Sebenarnya program SBI itu
mempunyai tujuan yang baik dalam pembenahan system pendidikan yaitu
menghasilkan peserta didik yang unggul dan mampu bersaing terhadap bidang
pendidikan dalam ranah dunia internasional. Namun untuk mewujudkan sekolah
bertaraf internasional itu tidaklah mudah. Komponen-komponen pendukung harus
bersinergi dengan tujuan suatu system. Pengembangan SBI tidak sesuai dengan
tujuan awal. Hal itu karena belum adanya komponen-komponen yang sesuai dengan
ketentuan program sekolah bertaraf internasional. Misalnya ketentuan guru
Sekolah Bertaraf Internasional belum memenuhi syarat.
Refleksi News Update: Koalisi Pendidikan Menolak Kurikulum 2013 Tolak Perubahan Kurikulum Pendidikan
Setiap
ada kebijakan pemerintah baru tentu terdapat berbagai tanggapan pro dan kontra.
Namun, terkait dengan kurikulum 2013, saya cenderung setuju dengan artikel
diatas. Pemerintah mempunyai asumsi bahwa dengan perubahan kurikulum 2013 ini
guna melakukan penyempurnaan system pembelajaran bagi siswa, sehingga sehingga
menghasilkan pelajar yang produktif, inovatif, dan efektif.
Menurut
saya, asumsi pemerintah yang seperti itu dengan melakukan perubahan kurikulum
2013 juga tidak akan menjamin tercipta pelajar yang produktif, inovatif, dan
efektif. Perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013 ini terkesan terburu-buru.
Perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013 seharusnya dilakukan dengan
perancangan yang cermat dan dituntun oleh kaidah ilmiah. Banyak orang yang
belum memahami perubahan 2013, karena belum disosialisasikan secara meluas. Hal
penting yang harus dilakukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah
dengan pelatihan pada guru, agar guru dapat mendidik, membimbing dengan baik.
Subscribe to:
Posts (Atom)