Sunday, 19 May 2013

Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 35: Cendekia yang ber Nurani



Dari elegy di atas, membahas tentang peserta lomba perihal pencapaian-pencapaiannya. Di dalam elegy itu dijelaskan bahwa dalam perlombaan Menjunjung Langit itu pemenangnya bisa bersifat tunggal, dual, tripel atau jamak. Namun perlu digaris bawahi bahwa pemenangnya adalah siapa saja yang berhati ikhlas dan mampu berpikir kritis. Dan orang yang berhati ikhlas dan berpikir kritis itu terikat akanoleh ruang dan waktu, yang mempunyai makna bahwa dia dapat berupa titik atau simpul potensi, berupa garis atau bidang vitalitas, atau berupa ruang interaksi dinamis antara potensi dan vitalitas dalam waktunya. Ruang dan waktu merupakan suatu hal yang terikat di dalamnya karena ruang dan waktu itulah tempatnya hatimu menunjukkan keikhlasanmu dan tempatnya pikiranmu menunjukkan keikhlasanmu yang mempunyai sifat tetap yang menjamin doa dan ikhtiar. Namun yang mempunyai keikhlasan dan mampu berpikir kritis itu hanyalah Allah, sehingga kita sebagai manusia hanya dapat berusaha untuk ikhlas dan dapat berpikir kritis.

No comments:

Post a Comment